• - 'naEnda' Ray Bradbury -

    Klasifikasi Jaringan Komputer


    KOMPUTER, NETWORK, AREA, jaringan, pengertian, artikel, definisi, contoh

    Klasifikasi Jaringan
    Klasifikasi jaringan komputer dapat dilihat dari berbagai sudut pandang antara lain berdasarkan :

    Berdasarkan Fungsi :

    Jaringan Client-Server : Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer-komputer lain didalam jaringan dan Client adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server. Server dijaringan tipe client-server disebut dengan Dedicated Server karena murni berperan sebagai server yang menyediakan fasilitas kepada workstation dan server tersebut tidak dapat berperan sebagai workstation.

    Keunggulan
    -      Kecepatan akses lebih tinggi karena penyediaan fasilitas jaringan dan pengelolaannya dilakukan secara khusus oleh satu komputer (server) yang tidak dibebani dengan tugas lain sebagai workstation.

    -      Sistem keamanan dan administrasi jaringan lebih baik, karena terdapat seorang pemakai yang bertugas  sebagai administrator jaringan, yang mengelola administrasi dan sistem keamanan jaringan.

    -        Sistem backup data lebih baik, karena pada jaringan client-server backup dilakukan terpusat di server, yang  akan membackup seluruh data yang digunakan di dalam jaringan.

     Kelemahan
    -          Biaya operasional relatif lebih mahal.

    -          Diperlukan adanya satu komputer khusus yang berkemampuan lebih untuk ditugaskan sebagai server.

    -      Kelangsungan jaringan sangat tergantung pada server. Bila server mengalami gangguan maka secara keseluruhan jaringan akan terganggu.


        Jaringan Peer To Peer : Bila ditinjau dari peran server di kedua tipe jaringan tersebut, maka server di jaringan tipe peer to peer diistilahkan non-dedicated server, karena server tidak berperan sebagai server murni melainkan sekaligus dapat berperan sebagai workstation.

    Keunggulan
    -       Antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi-pakai fasilitas yang dimilikinya seperti: harddisk, drive, fax/modem, printer.      

    -     Biaya operasional relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe jaringan client-server, salah satunya karena tidak memerlukan adanya server yang memiliki kemampuan khusus untuk mengorganisasikan dan menyediakan fasilitas jaringan.

    -         Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server. Sehingga bila salah satu komputer/peer mati atau rusak, jaringan secara keseluruhan tidak akan mengalami gangguan.

          Kelemahan
    -  Troubleshooting jaringan relatif lebih sulit, karena pada jaringan tipe peer to peer setiap komputer dimungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi yang ada. Di jaringan client-server, komunikasi adalah antara server dengan workstation.
    -          Unjuk kerja lebih rendah dibandingkan dengan jaringan client-server, karena setiap
    Komputer/peer disamping harus mengelola pemakaian fasilitas jaringan juga harus mengelola pekerjaan atau aplikasi sendiri.

    -         Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user dengan mengatur keamanan masing-masing fasilitas yang dimiliki.

    -    Karena data jaringan tersebar di masing-masing komputer dalam jaringan, maka backup harus dilakukan oleh masing-masing komputer tersebut.



     Berdasarkan Distribusi/Transmisi :

    Jaringan Broadcast : memiliki saluran komunikasi tunggal yang dipakai bersama-sama oleh semua mesin yang ada pada jaringan. Pesan-pesan berukuran kecil, disebut paket dan dikirimkan oleh suatu mesin kemudian diterima oleh mesin-mesin yang lainnya. Bagian alamat pada paket berisi keterangan tentang kepada siapa paket ditujukan. Saat menerima sebuat paket, mesin akan cek bagian alamat, jika paket tersebut untuk mesin itu, maka mesin akan proses paket itu. Jika bukan maka mesin mengabaikannya.

    Jaringan point-to-point : terdiri dari beberapa koneksi pasangan individu dari mesin-mesin. Untuk pergi dari satu sumber ke tempat tujuan, sebuah paket pada jaringan jenis ini mungkin harus melalui satu atau lebih mesin-mesin perantara. Seringkali harus melalui banyak rute (router) yang mungkin berbeda jaraknya. Karena itu algoritma routing memegang peranan penting pada jaringan point-to-point.Sebagai pegangan umum (walaupun banyak pengecualian), jaringan yang lebih kecil dan terlokalisasi secara geografis cenderung memakai broadcasting, sedangkan jaringan yang lebih besar umumnya mengunakan point-to-point.

    Berdasarkan Media Transmisi :

    Penggunaan media transmisi pada jaringan komputer merupakan sesuatu hal yang pasti digunakan, Penggunaan dan pemakaian media transmisi akan sangat tergnatung pada hal berikut :

        Biaya, yang meliputi :
    1.  Investasi: yaitu biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan   infrastruktur.
    2Biaya operasional: yaitu biaya yang dikeluarkan untuk  mengoperasikan peralatan.

    -          Spesialis jaringan harus mencari titik optimal antara biaya investasi dan biaya operasional.
    -          Sebelum memutuskan jaringan macam apa yang akan dibangun, para spesialis harus memahami dulu kebutuhan pengguna.
    -          Setelah itu memutuskan jaringan macam apa yang sesuai dengan kebutuhannya.
    -          Untuk menghemat biaya investasi para spesialis jaringan memutuskan untuk membuat jaringan komputer dengan memanfaatkan jaringan telepon. Keputusan semacam ini tidak selalu benar karena bisa jadi jaringan telepon yang ada tidak andal (sering drop). Sehingga memakan biaya operasional yang besar.

    3. Instalasi : Masing-masing media memiliki tingkat kesulitan instalasi yang berbeda

    -          Tidak semua media bisa ditangani oleh orang biasa. Sebagian membutuhkan peralatan dan latihan, sebagian membutuhkan pengetahuan dan keahlian seorang spesialis.
    -          Misalnya kabel UTP relatif mudah sehingga bisa ditangani oleh orang awam.
    -          Sedangkan kabel serat optik membutuhkan penanganan oleh seorang ahli.



    0 komentar:

    Post a Comment